Tuhan O:) ..
selamat pagi, atau
selamat siang dan selamat malam. Aku tak tahu di surga sedang musim
apa, penghujan atau kemaraukah? Ataukah sedang musim salju? Pasti
indah. Kalau boleh berbincang sedikit, aku belum pernah melihat salju.
Mungkin kalau aku sudah cukup dewasa dan bisa menghasilkan uang
sendiri, aku akan bisa menyaksikan salju. aku tahu engkau tak pernah
sibuk. aku tahu engkau selalu mendengar isi hatiku. Aku tak perlu
curiga pada-Mu soal mendengar doaku atau tidak. Aku percaya telingaMu
selalu tersedia untuk siapapun yg mau prcaya padaMu. Aku yakin
pelukanMu selalu terbuka untuk siapapun yg lelah pada dunia yg telah
membuatNya menggigil.
Masih tentang hal yg sama
:) , Tuhan.. Aku belum ingin ganti topik. Tentang dia sseorang yg
kuperbincangkan sangat lama dganMu. Seseorang yg slalu kusebut dalam
setiap frasa kata ketika aku bercakap panjang dganMu. Aku tahu
perpisahan yg sdah kau ciptakan adalah ssuatu yg trbaik untukku. Aku
mengerti jika engkau sudah mmpersiapkan sseorang yg lebih baik dariNya.
Tapi . . . . Bukan berarti aku harus absen menyebut namaNya dalam
doaku bukan? Aku tak mengerti perhatian" yg sering ia berikan melalui
pesan singkat berarti apa, melalui percakapn diujung telepon yg sangat
hangat dan manis yg diiringi tawa kita berdua. Kalau bole sedikit
bercerita, aku dan dia sepakat agar tak membawa sgala rasa dan presepsi
kearah yg lebih serius. Kita bertahan, terus bertahan, namun semua
diluar dugaan. Sesuatu yg telah kita tolak khadiranNya memilih untuk
menampakkan diri. Lalu aku dan dia smakin mencoba tak pduli, dan
brtahan untuk merawat gengsi. Tak bisa dipungkiri, ada rindu yg
diam-diam trtanam.
Ketika ragaNya tak mampu
kurengkuh, ketika sentuhannya tak selalu tak selalu kurasakan. Kita
menjalin hubungan tak terikat tapi timbulan bberapa akibat. Saat ini
mgkin tuhan tak ingin melihatku menyerah tapi bgaimana dganNya? Kurasa
untuk saat ini masi blum ada yg termiliki. Tuhan salahkah jika sosok
dia yg selalu kutunggu untuk masa depanKu kelak? O:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar